8 Tipe Kepemimpinan, Anda Yang Mana?

Menarik nih!

Saya sedang browsing-browsing di youtube mencari video dengan topik organizational development. Ketemu lah dengan video ini https://www.youtube.com/watch?v=0C5UQbWzwg8 . Pembicara nya adalah Patrick Vermeren seorang konsultan management asal Belgia.

Dalam video itu Patrick mengungkapkan keresahan nya atas banyak praktik di dunia HR yang tidak science / evidence based. Dengan frontal ia menyebutkan berbagai teori yang sering digunakan praktisi HR pada umumnya (termasuk oleh saya) yang ternyata dianggap kurang scientific. (Detailnya silakan tonton sendiri videonya).

Untuk menghadapi hal tersebut, ia membentuk sebuah organisasi non-profit yang disebut dengan Evidence Based HRM. Yang memiliki tujuan untuk meneliti dan memaparkan praktik-praktik Manajemen Sumber Daya Manusia yang sudah terbukti secara science / evidence based.

Selanjutnya saya mulai lah browsing lebih lanjut mengenai hal ini. Dan ketemulah dengan website CLS360 perusahaan konsultasi yang menggunakan salah satu pendekatan yang dikemukakan oleh Patrick.

CLS adalah singkatan dari Circumplex Leadership Scan. Circumplex merupakan sebuah teori yang ditemukan oleh Psikolog Timothy Leary pada tahun 1950an. (Penjelasan Circumplex dapat dibaca sendiri).

Kemudian Patrick Vermeren, bersama dengan kedua rekannya Danny Rouckhout dari University of Antwerp dan Filip de Fruyt dari University of Ghent mengembangkan teori circumplex tersebut menjadi 8 tipe gaya kepemimpinan.

Here it is.

Menurut teori CLS, tipe gaya kepemimpinan dapat dibagi menjadi 2 axis. Yaitu axis X atau garis vertikal, menunjukkan sikap competitiveness. Semakin tinggi nilai pada axis X, maka orang tersebut semakin kompetitif, semakin rendah maka semakin tidak kompetititf.

 

Lalu pada axis Y atau garis horizontal, menunjukkan sikap collaborativeness. Semakin ke kanan, maka orang tersebut semakin kolaboratif. Semakin ke kiri orang tersebut semakin tidak kolaboratif. Dari perpaduan 2 axis ini, maka terdapat 8 tipe gaya kepemimpinan :

  1. Inspirational
  2. Coaching
  3. Participative
  4. Yielding
  5. Withdrawn
  6. Distrustful
  7. Authoritarian
  8. Directive

Yang menarik adalah, tipe gaya kepemimpinan ini dibagi menjadi 3 warna: Merah, Kuning, Hijau. Seperti lampu lalu lintas. Merah artinya tipe gaya kepemimpinan yang jelek. Kuning artinya waspada, dapat digunakan tapi hati-hati tidak boleh berlebihan. Yang ideal adalah warna hijau.

Kita bahas satu-satu.

Charismatic Leadership Style

  1. Inspirational

Gaya kepemimpinan ini artinya dia memiliki jiwa kompetitif yang tinggi (result oriented) dan memiliki gaya kolaboratif (people oriented) yang moderat-tinggi. Ia memiliki visi yang jelas dan mampu mengkomunikasikannya dengan baik. Ia tegas dan mampu mengambil keputusan dengan cepat. Tipe ini masuk kedalam golongan hijau.

2. Coaching

Gaya kepemimpinan ini artinya ia memiliki jiwa kompetitif yang moderat-tinggi dan memiliki jiwa kolaboratif yang tinggi. Pemimpin tipe ini mau meluangkan waktu untuk anggota tim nya, mendidik, membimbing, menjadi mediator. Tipe pemimpin seperti ini yang paling disenangi oleh orang. Tipe ini masuk kedalam golongan hijau.

Democratic Leadership Style

3. Participative

Gaya kepemimpinan ini artinya ia memiliki jiwa kompetitif yang moderat-rendah dan memiliki jiwa kolaboratif yang tinggi. Pemimpin ini lebih banyak melibatkan anggota timnya dalam pengambilan keputusan. Sangat terbuka terhadap masukan. Memiliki sikap yang tenang dan tidak terlalu penuntut. Tipe ini masuk kedalam golongan hijau.

4. Yielding

Gaya kepemimpinan ini artinya ia memiliki jiwa kompetitif yang rendah dan jiwa kolaboratif yang moderat-tinggi. Pemimpin ini adalah tipe yang ingin menyenangkan semua orang, tidak tegas, dan tidak memiliki keberanian untuk menghadapi masalah yang besar. Tipe ini masuk kedalam golongan kuning.

Avoiding Leadership Style

5. Withdrawn

Gaya kepemimpinan ini artinya ia memiliki jiwa kompetitif yang rendah dan jiwa kolaboratif yang moderat-rendah. Secara umum, pemimpin tipe ini sama sekali tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Ia tidak memiliki visi maupun ketegasan. Tidak dapat diandalkan dan tidak tegas. Tipe ini masuk kedalam golongan merah.

6. Distrustful

Gaya kepemimpinan ini artinya ia memiliki jiwa kompetitif yang moderat-rendah dan jiwa kolaboratif yang rendah. Ia adalah tipe pemimpin yang sinis, tidak mempercayai bawahan, dan selalu memelihara jiwa permusuhan. Ia selalu curiga dan melihat orang lain secara negatif. Tipe ini masuk kedalam golongan merah.

Autocratic Leadership Style

7. Authoritarian

Gaya kepemimpinan ini artinya ia memiliki jiwa kompetitif moderat-rendah dan jiwa kolaboratif yang rendah. Ia tipe pemimpin yang suka memaksakan kehendak, diktator, tidak ingin menerima masukan dari orang lain. Ia tipe yang suka mengancam dan marah. Tipe ini masuk kedalam golongan merah.

8. Directive

Gaya kepemimpinan ini artinya ia memiliki jiwa kompetitif yang tinggi dan jiwa kolaboratif yang moderat-rendah. Ia memiliki visi yang jelas. Memerintah orang apa yang harus dilakukan tanpa menjelaskan apa alasannya. Ia adalah tipe pemimpin ambisius yang mengejar jabatan. Tipe ini masuk kedalam golongan kuning.

Lebih lengkap bisa dibaca langsung di websitenya.

Jadi, apa tipe kepemimpinan Anda? Atau bos Anda? #eh

Mereka punya alat tesnya lengkap baik untuk level Individual, Leaders, Team & Organizational. Mereka juga punya program consulting untuk pengembangan masing-masing level tersebut berdasarkan hasil test nya. Tapi kayanya di Indonesia belum ada.

Artikel Terkait
Belajar Kepemimpinan Dari Ki Hajar Dewantara

Dalam dunia kepemimpinan, selama ini kita lebih banyak belajar dari tokoh-tokoh luar negeri. Seperti John Read more

Kepemimpinan Yang Efektif Untuk Menerapkan Sop

Kembali ke soal SOP, kita sudah ngobrol banyak soal 3 langkah menerapkan SOP. Dimulai dari Evaluasi SOP, Read more

4 Hal Yang Bisa Mempengaruhi Kesuksesan Seseorang

Saya kerap menerima curhat dari beberapa rekan kerja yang lebih muda. Ada yang ber keluh tentang atasannya, Read more

Ternyata, Setiap Orang Bisa Menjadi Pemimpin Lho!

Sudah kita bahas pada tulisan-tulisan yang lalu, bahwa setiap orang unik dengan bakatnya masing-masing. Dan Read more

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

© 1993-2022 Performa Indonesia

Log in with your credentials

Forgot your details?