Antara Bakat Dan Kerja Keras : Mana Yang Lebih Berpengaruh?

bakat atau kerja keras

Setidaknya ada 2 mazhab menuju kesuksesan yang dipercaya oleh orang. Yang pertama adalah mazhab kerja keras, yang kedua adalah mazhab bakat.

Yang pekerja keras bilang kalau hard work beats talent, sedangkan yang berbakat bilang focus on your talent.

Mana yang benar?

PERJALANAN KARIR

Saya mau sedikit curhat kali ini. Dalam perjalanan karir saya, saya sudah mencoba berbagai bidang karir. Dari yang administratif di balik meja, hingga pekerjaan lapangan. Dari yang menggunakan pikiran, hingga yang menggunakan kemampuan komunikasi, saya sudah coba banyak. Customer Service, Sales, Marketing, Keuangan, Operations, saya sudah pernah lakukan.

Dari semua hal itu mungkin sales yang proporsinya agak lebih banyak. Saya sudah pernah coba jualan berbagai hal, dari mulai jualan voucher pulsa fisik di tahun 2000an, jualan elektronik, susu, sepatu, baju, ikut Direct Selling, MLM, berbagai bisnis saya coba, berbagai buku saya baca, berbagai mentor pernah mendidik saya.

Dan bukannya saya tidak work hard, saya work hard. Bukannya saya lakukan baru sebulan, dua bulan, saya lakukan bertahun-tahun. Namun seberapapun kerasnya saya berusaha, prestasi saya bahkan tidak menyentuh angka minimal. Jika equivalent dengan nilai kuliah, palingan rata-rata nilai saya adalah C-.

Namun ada 1 hal lain yang saya lakukan secara konsisten dan hasilnya baik, yaitu mengajar, memberikan training, memfasilitasi pembelajaran. Sudah saya lakukan sejak SMA juga, dalam berbagai ajang diklat organisasi ekstra kurikuler. Aktivitas ini telah memberikan saya berbagai penghargaan, “Best Performance Award” dari Akademi Trainer, salah satu lembaga training for trainers terbesar di Indonesia pada tahun 2011. Saya mendapatkan rekognisi dari beberapa corporate university seperti Danamon dan Indonesia Port Corporation (IPC). Saya keliling Indonesia dan mendapatkan penghasilan dengan jumlah yang sangat substansial. Tentu jauh lebih banyak dibandingkan pekerjaan menjadi sales.

Padahal untuk ukuran kerja keras, saya merasa sama kerasnya. Bahkan, di dalam dunia sales, effort saya lebih besar. Hasil lebih kecil.

Artinya apa? Artinya Talent Matters. Bakat memegang peranan penting dalam kesuksesan karir kita.

Pernah bayangkan Warren Buffett, investor tersukses di dunia, sukses di dunia digital seperti Mark Zuckerberg atau Jeff Bezos? Atau Elon Musk sukses sebagai aktor, meskipun dia disebut sebagai “The Real Iron Man”, apakah mungkin ia menggantikan posisi Robert Downey Jr.? Saya yakin tidak ada diantara mereka yang bisa sukses di karir baru seperti karir lama.

Contoh nyata orang sukses yang pernah mencoba “banting setir” adalah Michael Jordan. Siapa yang tidak kenal dengan pemain basket NBA tersukses (dan terkaya) sepanjang sejarah tersebut? Berbagai buku kisah sukses menyebutkan kunci sukses Michael Jordan adalah pada etos kerjanya. Kurang apa?

Pada tahun 1993, di usia 31 tahun superstar Michael Jordan memutuskan untuk pensiun (tahap I) setelah berduka akibat ayahnya meninggal dunia. Lalu ia memutuskan untuk pindah jalur ke olahraga baseball, untuk mengenang ayahnya yang lebih ingin Michael terjun ke Baseball ketimbang Basketball.

Michael kembali menggunakan etos kerjanya, berlatih lebih banyak dari orang lain. Tidak diragukan lagi kerja kerasnya. Namun hasilnya? Tetap saja performa Michael dibawah rata-rata. Padahal ia bermain untuk klub White Sox, yang berlaga di kejuaraan Minor League Baseball, bukan Major League baseball. Ia adalah pemain dibawah rata-rata bahkan untuk kejuaran kelas 2.

Apa yang terjadi kemudian, akhirnya Michael Jordan memutuskan untuk kembali ke Basketball. Dan jadi bintang lagi.

So, bakat penting nggak? Sangat penting.

So, apakah kerja keras nggak penting? Kerja keras sangat penting. Michael Jordan menjadi Michael Jordan karena 2 faktor : kerja keras, dan bermain sesuai bakat. Hilangkan salah satu dan hilanglah Michael Jordan.

So, dalam mencapai kesuksesan, bakat dan kerja keras tidak untuk diperdebatkan, tidak untuk dipertentangkan, tidak untuk diadu.

Yes betul, Hard Work beats talents, kalo si talents tidak kerja keras. Tapi kalau talents kerja keras, bahkan walaupun hanya ¾ usaha saja, mungkin sudah bisa mengalahkan si hard work yang bekerja 100% di bidang yang bukan bakatnya.

Apakah Anda sudah mengenal bakat dan sudah bekerja keras?

Ingin mengetahui bakat Anda dan pilihan karir yang cocok? Klik Disini

Artikel Terkait
Work From Home (Wfh) Dinilai Belum Efektif, Lantas Apa Solusinya?

Situasi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan sebagian perusahaan di seluruh dunia menerapkan kebijakan Work From Home (WFH). Sejatinya Read more

Tips Singkat Menjadi Trainer Yang Baik

Saya senang menghadiri acara seminar dan training sejak 15 tahun yang lalu. Dan 10 tahun Read more

Ternyata, Setiap Orang Bisa Menjadi Pemimpin Lho!

Sudah kita bahas pada tulisan-tulisan yang lalu, bahwa setiap orang unik dengan bakatnya masing-masing. Dan Read more

Setiap Orang Itu Bertalenta, Temukan Bakatmu Sekarang!

Setiap manusia, tanpa terkecuali, sudah dikaruniai bakat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Namun seringkali bakat Read more

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

© 1993-2022 Performa Indonesia

Log in with your credentials

Forgot your details?