Kepemimpinan Yang Efektif Untuk Menerapkan Sop

Kepemimpinan Yang Efektif

Kembali ke soal SOP, kita sudah ngobrol banyak soal 3 langkah menerapkan SOP. Dimulai dari Evaluasi SOP, apakah SOP kita sudah efektif, sudah best practice? Lalu kemudian kita dapat menggunakan pendekatan experiential learning dalam merubah perilaku karyawan agar sesuai dengan SOP. Kali ini kita akan bahas aspek ketiga yaitu Effective Leadership.

Pada jaman Old, banyak sekali orang-orang yang terpilih menjadi pimpinan disebabkan oleh senioritas maupun kemampuan teknis (technical skills) yang mumpuni belaka. Sebagai contoh, orang yang diangkat menjadi sales manager itu karena dia adalah sales yang mencapai penjualan terbanyak.

Kemudian, apa yang dilakukan oleh mereka ketika sudah menjalankan peran sebagai pimpinan? Banyak diantara mereka yang simply hanya menjalankan role yang selama ini mereka jalankan. Ya jika dia sales, dia hanya akan jualan lebih banyak. Padahal bukan ini peran yang diharapkan sebagai seorang pemimpin.

Seorang pakar management, Bapak Martinus Tukiran, mengatakan bahwa definisi dari Leader adalah seseorang yang mampu menyelesaikan tugas menggunakan tangan orang lain (dengan menggerakkan orang lain). Karena fungsi management adalah 4. Apa saja? Planning, Organizing, Actuating, and Control.

Jadi seorang pemimpin membuat perencanaan, bagaimana agar target dapat dicapai lebih efektif (Planning). Lalu dia akan membagi tugas kepada anggota timnya, siapa mengerjakan apa (Organizing), dan selanjutnya ia mendampingi tim nya dalam melakukan eksekusi (actuating), terakhir ia melakukan monitoring untuk memastikan tim mengerjakan tugas secara efektif dan efisien (control).

Kalau seorang pemimpin sibuk sendiri mengerjakan pekerjaan teknikal apalagi administratif saja, tanpa melakukan POAC diatas, maka dia bukan pemimpin melainkan hanya senior staff. SOP baru akan berjalan dengan benar jika pemimpin dapat melakukan monitoring & controlling secara efektif terhadap anggota timnya.

Nah, konsekuensinya adalah, seorang pemimpin harus berkomitmen dan mendedikasikan waktunya untuk mengembangkan anggota timnya (people development). Jika tadinya dia adalah sales terbaik, maka setelah jadi pimpinan ia sudah tidak bisa lagi jadi sales terbaik. Melainkan membentuk sales team terbaik.

Bagaimana caranya mengatur waktu untuk mengembangkan anggota tim? Pak Hasnul Suhaimi, mantan CEO XL Axiata mengajarkan saya bagan dibawah ini.

Kita harus menggunakan minimal 25% dari waktu yang kita miliki untuk melakukan process improvement, termasuk juga melakukan mentoring dan coaching untuk membantu anggota tim kita.

Darimana waktu 25% itu di dapat?

Caranya adalah dengan mendelegasikan setidaknya pekerjaan yang memakan 25% dari waktu kita. Terutama hal-hal yang bersifat administratif. Dengan melakukan cara ini, maka secara total seorang pemimpin dapat mencapai hasil sebanyak 125%.

Nah, kembali lagi ke SOP. Jadi apa kuncinya agar SOP dapat diterapkan di organisasi Anda? Ya tentunya harus ada pemimpin yang mendedikasikan setidak tidaknya 25% dari waktunya untuk melakukan monitoring, controlling & people development. Mau mendidik dan mengajarkan anggota timnya sampai mereka benar-benar bisa di tinggal.

Di Duage Management, kami telah beberapa kali membawakan program leader as coach , atau yang kami sebut Coaching Leadership, untuk klien-klien kami. Program ini tidak bisa hanya training 2-3 hari, melainkan program berkelanjutan berdurasi 3-6 bulan.

Pengalaman nyata yang dialami senior consultant kami yaitu Bapak Swissanto Soerojo mengungkapkan bahwa dibutuhkan waktu 3-6 untuk benar-benar membiasakan sebuah sistem / SOP baru diterapkan dalam sebuah perusahaan. Termasuk membiasakan pemimpin berubah dari pemimpin jaman old, menjadi pemimpin jaman now.

Kepemimpinan seperti yang sudah dilakukan oleh Google. Anda bisa baca buku Work Rules! Karya Lazlo Bock, mantan SVP People Operations di Google. Di sana, pemimpin justru tidak dipilih dari yang paling pintar, melainkan siapa yang paling bisa memberikan support kepada anggota timnya.

Jika perusahaan anda membutuhkan bimbingan profesional dalam menyusun, memformulasikan, dan menganalisis standar operasional prosedur (SOP), silahkan kontak kami melalui email, whatsapp, atau akun-akun sosial media kami untuk mengetahui lebih detailnya. Andapun dapat menjelaskan permasalahan bisnis yang perusahaan anda sedang hadapi dan kami akan membantu menentukan produk kami yang cocok sebagai solusinya.

Artikel Terkait
Work From Home (Wfh) Dinilai Belum Efektif, Lantas Apa Solusinya?

Situasi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan sebagian perusahaan di seluruh dunia menerapkan kebijakan Work From Home (WFH). Sejatinya Read more

Tips Singkat Menjadi Trainer Yang Baik

Saya senang menghadiri acara seminar dan training sejak 15 tahun yang lalu. Dan 10 tahun Read more

Ternyata, Setiap Orang Bisa Menjadi Pemimpin Lho!

Sudah kita bahas pada tulisan-tulisan yang lalu, bahwa setiap orang unik dengan bakatnya masing-masing. Dan Read more

Setiap Orang Itu Bertalenta, Temukan Bakatmu Sekarang!

Setiap manusia, tanpa terkecuali, sudah dikaruniai bakat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Namun seringkali bakat Read more

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

© 1993-2022 Performa Indonesia

Log in with your credentials

Forgot your details?