Perilaku Manusia Bisa Diubah Dengan Cara Berikut Lho!

Chip & Dan Heath dalam bukunya yang berjudul “Switch: How to Change Things When Change is Hard” memaparkan bagaimana caranya merubah perilaku manusia dengan struktur yang sederhana. Untuk dapat memahami perilaku manusia, mereka menggunakan analogi seperti berikut:

  • Pikiran manusia diibaratkan sebagai pawang Gajah.
  • Perasaan manusia diibaratkan sebagai Gajah.
  • Organisasi / Lingkungan diibaratkan sebagai jalan.

Kita bahas satu-satu ya:

  1. Pawang / Pikiran.

Pikiran kita memiliki fungsi logika, yaitu membuat menganalisa dan perencanaan. Pikiran kita bekerja layaknya pawang gajah. Ia bertugas mengarahkan kemana dan apa yang harus dilakukan oleh sang gajah.

Yang jadi masalah adalah, kalau gajahnya nggak mau, pawangnya bisa apa? Secara ukuran tubuh, pawang jauh lebih kecil, jauh lebih lemah. Pawang nggak punya kekuatan untuk menarik atau mendorong gajah. Yang bisa dilakukan hanyalah mencoba merayu gajah dengan apa yang diinginkan oleh hewan berukuran jumbo tersebut.

Pernahkan Anda mengalami peperangan antara logika dan perasaan? Nah, itu diibaratkan sebagai pawang dan gajah yang berbeda sikap. Contohnya adalah antara sudah tau nggak cocok tapi masih sayang, akhirnya susah move on deh #eh.

Seringkali kita mencoba menggerakkan orang lain menggunakan logika. Kita mencoba mengubah pola pikir orang lain menggunakan data, fakta, chart, statistik yang sangat detail. Bahkan orang itu paham dan mengerti pentingnya apa yang kita sampaikan. Tapi faktanya? Perilaku orang tersebut tidak berubah.

Kenapa? Pawangnya mau, gajahnya nggak mau. Pawangnya hanya bisa pasrah.

Selain itu pawang juga berpotensi membuat masalah lain. Yaitu over analyze, over thinking, yang pada akhirnya malah galau dan indecisive.

Chip & Dan menjelaskan, untuk merubah perilaku seseorang, jangan berikan terlalu banyak informasi yang hanya akan membuat si pawang bingung. Sebaliknya, arahkan ia untuk melakukan hal yang sangat spesifik dengan instruksi yang jelas.

Contoh:
Bila kita berpikir “saya mau turunkan berat badan”. Ini tidak akan berguna bagi pawang maupun gajah. Berapa banyak? Berapa lama? Bagaimana caranya?

Kita perlu buat lebih spesifik lagi seperti “saya mau menurunkan berat badan sebanyak 5 kg dalam waktu 3 bulan”. Dengan begini, pikiran punya target yang fokus.

Lalu kita buat instruksi yang jelas. Misal: dibawah jam 10 pagi, saya hanya boleh mengkonsumsi buah-buahan dan minum air putih minimal 3 liter sehari.

Dengan goal yang fokus dan instruksi yang jelas, maka pikiran kita bisa bekerja dengan optimal.

2. Gajah / Perasaan

Manusia itu pada dasarnya adalah makhluk perasaan. Bukan hanya wanita. Iya, Anda baca tulisan saya dengan benar. Laki-laki pun ternyata adalah makhluk yang menggunakan perasaan. Contohnya apa? Kalau Anda membeli jam tangan, pasti selain fungsi Anda juga memilih berdasarkan style. Lalu Anda membayangkan memakai jam tersebut dan terlihat keren. Ya, itu Gajah yang berperan, bukan pawang.

Apa sih karakteristik Gajah?

Gajah nggak mau berpikir jangka panjang, nggak mau melakukan pekerjaan yang susah. Sederhana, maunya gampang dan mendapat hasil instan. Itu sebabnya kalau di sirkus, setiap kali Gajah melakukan sebuah atraksi maka harus langsung diberi hadiah berupa makanan.

Manusia juga sama kok. Pada dasarnya kita hanya mau mengerjakan hal yang gampang dengan hasil yang cepat. Iya kan?

Oleh karena itu penting bagi kita untuk tau gimana caranya menggerakkan Gajah yang malas dalam diri kita / orang lain:

  • Cari alasan yang emosional.Kenapa kita mesti menurunkan berat badan? Mungkin kita pernah sakit, atau punya kerabat yang menderita karena sakit. Habis biaya untuk dokter, rumah sakit dan obat. Lebih murah menjaga kesehatan daripada mengobati.

    Pengalaman pribadi saya, saya pernah gemuk dan dibilang kayak “om-om”. Padahal saat itu usia saya baru sekitar 27-28 tahun. Buat saya itu emosional sekali. Semenjak saat itu saya mulai menerapkan food combining dan jogging. Dalam waktu 3 tahun lifestyle saya berubah jauh. Saya jauh lebih sehat, ramping, dan bugar. Berat badan saya yang tadinya 70 kg, turun ke 65kg, bahkan sempat menyentuh 61kg.

    Apa alasan emosional Anda? Apa kepedihan yang ingin Anda hindari? Atau kesenangan yang ingin Anda kejar? Kaitkan goal dengan emosi, maka gajah akan bergerak.

  • Potong-potong pekerjaan menjadi pekerjaan kecil.
    Ingat, gajah itu malas dan nggak mau susah. Oleh karena itu, kita harus sederhanakan dan potong pekerjaan menjadi bagian-bagian kecil. Dulu awalnya saya hanya mulai dengan sahur / sarapan buah saja. Kesini akhirnya berlanjut dengan aktivitas jogging.Untuk jogging pun saya mulai dari jalan kaki, mungkin hanya 1km. Lama-lama 2km. Lama-lama lari. Saya sempat rutin lari sekitar 2,5-5km seminggu. Sekarang agak menurun tapi masih rutin jogging. Alhamdulillah sudah berjalan 3 tahun lebih. Buatlah perubahan itu pekerjaan mudah dan sedikit di awal. Lama-lama bertambah terus.
  • Berikan hadiah kecil setiap selesai melakukan pekerjaanGajah maunya hasil instan, jadi setelah mengerjakan pekerjaan kecil, berilah hadiah kecil. Kalau dalam istilah orang food combining, sediakan cheating day. Yaitu hari dimana kita bebas makan apa aja yang kita mau. Katakanlah pada saat weekend. Disinilah Gajah mengisi bensin. Begitu dia kenyang, next week siap untuk bekerja lagi.

    Bagi manusia, hadiah kecil itu bisa macam-macam. Kalau Anda adalah atasan, hadiah paling sederhana tapi paling bermakna adalah ketika Anda bisa tepuk pundak bawahan Anda dan bilang “Thank you for doing a good job!”.

    Kalau saya ke anak saya biasanya setiap mereka selesai merapikan mainan, saya kerap ajak tos atau saya peluk. Ini buat anak / bawahan nilainya besar, ketimbang Anda kasih hadiah dalam bentuk materi. Hadiah materi bisa diberikan setelah tim Anda menyelesaikan pekerjaan jangka panjang.

    Sudahkah Anda memberikan hadiah kecil bagi diri sendiri / orang lain?

3. Muluskan Jalannya

Karena sifatnya gajah adalah malas dan maunya gampang, maka untuk menggerakkan gajah kita perlu menyingkirkan rintangan yang menghalangi. Buat jalan menjadi semulus mungkin bagi gajah untuk melewatinya.

Jika mau mengurangi ngemil, maka cemilannya yang harus disingkirkan dari pandangan mata. Jika mau fokus bekerja tanpa terdistrak oleh notifikasi hp, maka hp letakkan di laci. Jika mau mulai jogging, maka letakkan sepatu di dekat tempat tidur yang mudah terlihat. Jika susah move on, maka unfriend mantan dari social media #eh.

Anak saya mulai terlalu banyak bermain gadget. Akhirnya istri saya membuatkan kamar anak saya penuh dengan mainan lego, serta membelikan mereka stiker dinding yang bisa mereka tempel sendiri. Alhamdulillah, anak-anak sekarang lebih banyak sibuk dengan mainan di kamar mereka dan sudah berkurang jauh bermain gadget.

Intinya lingkungan harus mendukung perubahan perilaku yang kita inginkan. Kita tidak bisa memaksa orang merubah diri tanpa merubah sekitarnya.

Sudahkah Anda lakukan perubahan di lingkungan Anda?

Artikel Terkait
Work From Home (Wfh) Dinilai Belum Efektif, Lantas Apa Solusinya?

Situasi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan sebagian perusahaan di seluruh dunia menerapkan kebijakan Work From Home (WFH). Sejatinya Read more

Tips Singkat Menjadi Trainer Yang Baik

Saya senang menghadiri acara seminar dan training sejak 15 tahun yang lalu. Dan 10 tahun Read more

Ternyata, Setiap Orang Bisa Menjadi Pemimpin Lho!

Sudah kita bahas pada tulisan-tulisan yang lalu, bahwa setiap orang unik dengan bakatnya masing-masing. Dan Read more

Setiap Orang Itu Bertalenta, Temukan Bakatmu Sekarang!

Setiap manusia, tanpa terkecuali, sudah dikaruniai bakat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Namun seringkali bakat Read more

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

© 1993-2022 Performa Indonesia

Log in with your credentials

Forgot your details?