Mau Sukses? Yuk Belajar Jadi Diri Sendiri!

Mau Sukses? Yuk Belajar Jadi Diri Sendiri!

Siapa tidak kenal Steve Jobs? Innovator terhebat di era modern. Sering disandingkan dengan hebatnya Thomas Alfa Edison, sang penemu terhebat sepanjang sejarah. Jika seseorang dalam hidupnya pernah menemukan 1 terobosan saja, maka ia sudah layak disandingkan dengan para legenda. Namun Steve Jobs melakukan terobosan sebanyak 6x!

Dimulai dari kemunculan revolusi komputer rumahan pada pertengahan tahun 1980 an. Bersama Bill Gates, kompetitor dari Microsoft, Steve Jobs meluncurkan Macintosh. Komputer rumahan pertama yang menggunakan mouse dan graphic user interface yang mencengangkan pada zamannya.

Namun kesuksesan itu tidak berlangsung lama, Steve Jobs dipecat oleh perusahaan yang dirikan sendiri akibat beda pandangan dengan CEO Apple saat itu, John Sculley, yang direkrut sendiri oleh Steve Jobs. Steve Jobs kemudian membentuk perusahaan baru yang bernama NeXT.

NeXT tidak berjalan sukses, namun pekerjaan Operating System yang dikembangkan Steve Jobs di NeXT membuat manajemen Apple saat itu kepincut. Akhirnya Steve Jobs kembali masuk menjadi bagian dari Apple, diawali sebagai konsultan, dan kemudian sebagai CEO legendaris.

Tidak lama, Steve Jobs langsung mengeluarkan 2 terobosan yang merubah dunia: iPod dan iTunes. iPod merevolusi orang dalam mendengarkan musik, tidak ada lagi walkman dan discman yang besar dan terbatas. iPod dapat memuat ribuan lagu dengan ukuran yang sangat kecil.

Untuk mendukung iPod, Steve juga meluncurkan iTunes, aplikasi jual beli lagu online pertama dalam sejarah. Disini Anda tidak perlu membeli full 1 album, cukup membeli lagu yang Anda suka saja dan masukkan lagu tersebut ke dalam iPod. Mendengarkan musik jadi jauh lebih murah! iTunes adalah cikal bakal Joox, Spotify, dan aplikasi lagu masa kini lainnya.

Tahun 2007 Steve Jobs merilis iPhone yang merevolusi industri smartphones yang saat itu dikuasai Blackberry dengan keypadnya. Iphone bukan ponsel touch screen pertama, tapi ia yang merevolusi semua smartphone menjadi touch screen dengan 1 tombol saja. Teknologi pada iPhone lalu diikuti oleh Samsung dan seluruh produsen smartphone lainnya.

Tahun 2008 muncul Macbook Air. Laptop super tipis pertama. Laptop yang sedang saya gunakan saat ini. Lagi-lagi, ditiru oleh seluruh kompetitor dalam memproduksi laptop tipis.

Dan inovasi terakhir Steve Jobs adalah iPad pada tahun 2010. Setahun sebelum Steve Jobs tutup usia, pada saat launching, Steve Jobs sudah kurus. Dan ini adalah peninggalan terakhir Steve Jobs kepada dunia. Yang lagi-lagi, ditiru oleh seluruh kompetitor dalam membuat smart tablet.

Steve Jobs tutup usia pada tahun 2011 karena kanker. Dengan segala prestasinya itu, siapa yang bisa menggantikan Steve Jobs?

Adalah Tim Cook, tangan kanan Steve Jobs, orang kedua di Apple sejak tahun 1998. Dia yang menjadi Chief Operating Officer di Apple, dan beberapa kali menjadi interim CEO ketika Steve Jobs sakit. Yang jadi masalah adalah, Tim Cook bukanlah seorang inovator. Dia adalah seorang business manager. Betapa berat beban seorang Tim Cook untuk menggantikan sosok legendaris seperti Steve Jobs.

Seperti disangka, inovasi di tubuh Apple melempem. Di era Steve Jobs, produk-produk yang diluncurkan selalu jadi terobosan, pertama di bidangnya, dan ditiru oleh kompetitor. Namun di tangan Tim Cook, kok saya malah merasa, begitu banyak produk-produk Apple malah meniru kompetitor? Apakah Tim Cook gagal sebagai CEO?

Oh tentu tidak. Di tangan Tim Cook sang business manager, Apple menjadi semakin efisien. Ia tidak membuat sesuatu yang baru, tapi ia menyempurnakan semua peninggalan Steve Jobs. Walaupun bukan lagi sebagai pemimpin dalam inovasi, Apple tidak menurun dan bangkrut, kini Apple malah semakin sukses - secara finansial - lebih sukses dari era Steve Jobs.

Tim Cook tidak berusaha menggantikan Steve Jobs. Tim Cook tetaplah Tim Cook. Dan ia memaksimalkan kemampuannya dan berhasil meraih kesuksesan dengan caranya sendiri.

Yang penting, Anda perlu mengetahui apa yang menjadi kekuatan Anda dan memaksimalkannya. Jangan coba mengikuti cara orang lain, temukan jalur alami Anda dan raihlah kesuksesan.

Subscribe And Follow Us

Be part of the story and follow us on Instagram via @performaconsulting and subscribe to the newsletter for news and updates about our insights