Work From Home (Wfh) Dinilai Belum Efektif, Lantas Apa Solusinya?

Work From Home (WFH) Dinilai Belum Efektif, Lantas Apa Solusinya?

Situasi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan sebagian perusahaan di seluruh dunia menerapkan kebijakan Work From Home (WFH). Sejatinya situasi ini adalah sebuah keniscayaan. Perkembangan pesat teknologi pada akhirnya akan mengganti cara-cara lama dalam bekerja. Dalam hal ini adalah tempat kerja kita.

Jika tanpa covid kita akan memasuki trend WFH dalam kurun waktu 5-10 tahun lagi, maka dengan adanya pandemi ini malah jadi mempercepat membawa masa depan ke hadapan kita sekarang. Pandemi ini sebetulnya adalah sebuah pemaksaan terhadap transformasi digital di dunia bisnis.

Pada tulisan ini (Baca tulisan yang lain from VUCA to FAST) kami sudah membahas bahwa kunci keberhasilan bisnis di era VUCA adalah dengan menjadi FAST (Flexible, Agile, Simple, Transparent). Salah satunya adalah perusahaan perlu memindahkan sebagian fixed cost nya menjadi variabel cost. Dan perlu meminimalisir hambatan birokrasi.

WFH telah memaksa kita untuk beradaptasi dengan fleksibilitas dan agilitas. Dan salah satu hal yang mau tak mau disadarkan oleh WFH, adalah mungkin kita tidak membutuhkan kantor yang besar. Toh ternyata banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Cimigo (2020) menunjukkan bahwa WFH lebih banyak memberikan dampak negatif, ketimbang dampak positif. Beberapa dampak negatif diantaranya:

  • Kehilangan interaksi manusia
  • Bekerja menjadi kurang efisien
  • Tidak bisa fokus bekerja dirumah
  • Ada masalah dengan teknologi

Bagaimana kita menyikapinya?

Co-working space bisa jadi salah satu alternatif

Bayangkan, jika sebuah perusahaan membuka kantornya di bilangan Central Business District (CBD) Jakarta, sedangkan karyawannya tinggal di bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) maka disitu ada biaya transportasi, dan waktu pulang pergi yang harus ditempuh oleh masing-masing karyawan. Dampaknya adalah kemacetan dan stress di jalan, ini bisa jadi salah satu faktor penyebab loss of productivity.

Menjamurnya Co-working space di kota-kota besar merupakan sebuah alternatif yang perlu dipertimbangkan. Jika katakanlah di beberapa area bodetabek ada coworking space yang mencukupi, karyawan yang tinggal di Bekasi, misalnya, bisa dikumpulkan di satu atau beberapa coworking space.

Hal ini bisa menjadi jalan tengah antara WFH dan WFO. Mengatasi permasalahan di WFH seperti yang sudah disebutkan diatas, tapi tetap bisa memiliki fleksibilitas dan agilitas. Beberapa benefit diantaranya:

  • Menghemat biaya fixed cost (Sewa kantor mahal di CBD) dan memindahkannya menjadi variable cost yang lebih terjangkau (sewa coworking space).
  • Karyawan bisa merasakan interaksi manusia dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
  • Memudahkan koordinasi dengan rekan kerja.
  • Lebih fokus bekerja karena suasana kerja.
  • Mengatasi masalah dalam sambungan internet.
  • Meminimalisir waktu dan jarak tempuh pulang pergi.
  • Menghemat biaya transportasi.
  • Mengurangi kemacetan dan polusi.

Apa yang harus diperhatikan oleh perusahaan?

Untuk dapat menjadi Flexible dan Agile, maka perusahaan perlu menjadi lebih simple dan transparent. Beberapa yang harus dilakukan diantaranya:

  • Meminimalisir birokrasi dan membuat prosedur remote working yang lebih fleksibel
  • Memiliki sistem kontrol digital
  • Mengembangkan kompetensi remote working karyawan
  • Desentralisasi dan pendelegasian wewenang
  • Restrukturisasi struktur biaya secara keseluruhan

The future of Workplace

Ini adalah masa depan dari tempat kerja di dunia bisnis. Kinerja seseorang kini dilihat dari output dan bukan sekedar kedisiplinan semu (datang dan pulang tepat waktu, terlihat sibuk, tapi minim output). Kedepannya segala hal jadi lebih simpel dan tentunya membutuhkan transparansi lebih dari sebelumnya. Disinilah teknologi berperan sangat penting.

Ingin mengetahui apakah Bisnis Anda sudah siap menghadapi the future of workplace? Coba free trial business health checkup atau hubungi konsultan kami.

Penulis:
Rono Jatmiko

Managing Director PT. Performa International Indonesia

Subscribe And Follow Us

Be part of the story and follow us on Instagram via @performaconsulting and subscribe to the newsletter for news and updates about our insights