Apa Itu Training Need Analysis (Tna)?

Apa Itu Training Need Analysis (TNA)?

Jika anda adalah seorang pengusaha atau manager, anda mungkin pernah mendengar istilah "Training Need Analysis" atau "Training Need Assessment", atau "Analisa Kebutuhan Training" sebelumnya, entah melalui TV, obrolan teman, atau artikel online. Sebenarnya, apa definisi training needs analysis dan mengapa erat kaitannya dengan pencapaian tujuan perusahaan?

APA ITU TRAINING NEED ANALYSIS?

Training Need Analysis adalah sebuah proses untuk menentukan training atau pelatihan yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan untuk mencapai target dan tujuannya.

Bayangkan jika anda memiliki usaha yang bergerak di bidang kuliner dan anda memiliki belasan cabang yang tersebar di pulau Jawa. Suatu hari, anda melihat laporan keuangan anda dan mendapati pendapatan bersih anda turun selama tiga bulan berturut-turut. Padahal, target anda adalah pendapatan bersih anda naik 5% per bulannya. Anda kemudian turun ke lapangan, mengecek salah satu gerai bisnis kuliner anda yang paling signifikan penurunan pendapatan bersihnya, mewawancarai supervisor, manager cabang, dan lainnya, berusaha untuk mencari tau apa penyebab dari tidak tercapainya tujuan perusahaan anda.

Setelah menghabiskan waktu berharga anda selama hampir seminggu, akhirnya anda menemukan bahwa pelayanan yang kurang ramah pada gerai anda di Bandung adalah penyebab utamanya dan anda yakin bahwa training service excellence adalah solusi yang tepat. Namun, anda baru mengetahui permasalah di satu cabang. Bagaimana dengan belasan cabang lainnya?

Jika anda merasa pendekatan penyelesaian masalah diatas terlalu banyak menyita waktu dan tidak efisien, selamat, anda tidak sendirian. Itulah mengapa banyak perusahaan membutuhkan jasa Training Need Analysis dari perusahaan konsultan seperti kami, PT Performa International Indonesia. Disini, anda mungkin sudah menangkap ide bahwa training need analysis adalah sebuah proses yang benar-benar dibutuhkan perusahaan untuk mengetahui permasalahan bisnisnya.

MENGAPA PERUSAHAAN TETAP BUTUH TRAINING NEED ANALYSIS MESKIPUN PERMASALAHAN BISNISNYA BUKAN KARENA KURANGNYA TRAINING?

Memang, tidak semua penyebab dari buruknya kinerja perusahaan disebabkan oleh human error dan terdengar tidak masuk akal jika sebuah perusahaan yang permasalahan bisnisnya jelas-jelas bukan karena kurangnya training tetapi tetap membutuhkan TNA, terutama untuk perusahaan manufaktur yang banyak proses produksinya dikerjakan oleh mesin dan memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang bagus.

Namun bagaimanapun juga, sebuah sistem atau mesin diawasi, dipelihara, dan dijalankan oleh manusia yang tidak luput dari melakukan kesalahan dan kesalahan-kesalahan tersebut biasanya berakar dari kurangnya training, baik dari sisi operator mesin maupun supervisornya. 

Contohnya, jika anda memiliki sebuah pabrik TV dan anda mendapati bahwa output produksi anda menurun selama 5 bulan terakhir, anda mungkin akan meminta laporan dari supervisor untuk mencari tahu penyebabnya. Setelah membaca laporan tersebut, diketahui bahwa beberapa mesin kadang ngadat dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk memperbaikinya. Dari sini, anda mungkin sudah yakin bahwa solusinya bukanlah training, tetapi membeli mesin baru. Tapi tunggu dulu, bisa jadi solusinya adalah training.

Setelah anda selidiki lebih lanjut, ternyata ada tanda-tanda pada mesin sebelum mesin tersebut ngadat dan para operator mesin enggan melapor ketika tanda-tanda tersebut muncul karena jadwal kerja yang terlalu padat dan merasa tidak didengar. Padahal, jika saja operator melapor kepada supervisor ketika tanda-tanda mesin ngadat terjadi dan supervisor mau mendengarkan, perbaikan mesin akan selesai lebih cepat. Disini, jelas bahwa yang anda butuhkan adalah training atau workshop baik untuk operator maupun supervisor.

Subscribe And Follow Us

Be part of the story and follow us on Instagram via @performaconsulting and subscribe to the newsletter for news and updates about our insights