Contoh Training Need Analysis (Tna) Di Perusahaan

Contoh Training Need Analysis (TNA) di Perusahaan

Jika pada sebelumnya kami membahas mengenai apa itu Training Need Analysis (TNA), perusahaan apa saja yang tidak membutuhkan Training Need Analysis (TNA), dan tips umum lainnya, kali ini mari kita membahas mengenai teknis cara dan tahap-tahap dalam melakukan dan membuat Training Need Analysis (TNA) di perusahaan. Pada tips ini, kami akan membahas teknik yang umum dalam melakukan Training Need Analysis (TNA) sehingga teknik ini dapat dilakukan pada perusahaan di berbagai bidang dan industri. Sehingga, tips berikut dapat dijadikan contoh Training Need Analysis (TNA) di bisnis kuliner, perusahaan tambang, perusahaan jasa keuangan, hotel, rumah sakit, dan lainnya.

Tahapan Training Need Analysis (TNA) Pada Umumnya

Setiap perusahaan konsultan memiliki tahapan, tools, dan metodologi yang berbeda-beda dalam melakukan Training Need Analysis (TNA). Namun secara umum ada tiga tahap dalam melakukannya:

  1. Menentukan Target Performa atau Kinerja Perusahaan
    Pada tahap Training Need Analysis (TNA) yang pertama ini, anda harus dapat menentukan performa dan kinerja tim, manajemen, dan karyawan yang seperti apa yang diperlukan agar perusahaan dapat mencapai tujuannya. Anda dapat mengetahui hal-hal tersebut dari beberapa dokumen perusahaan, seperti standar operasional prosedur (SOP) perusahaan, key performance index (KPI) dari masing-masing jabatan di perusahaan, hingga annual report (laporan tahunan) perusahaan.
  2. Menilai Seperti Apa Performa atau Kinerja Perusahaan Saat Ini
    Pada tahap Training Need Analysis (TNA) yang berikutnya, kita harus tau seperti apa kondisi  kinerja perusahaan sekarang. Anda dapat melihat laporan KPI (key performance index) dari tiap jabatan, apakah mereka sudah mencapainya atau belum dan nilainya berapa. Anda juga bisa melihat laporan dari implementasi SOP (standar operasional prosedur). Apa saja yang masih dilanggar dan apa saja yang telah diikuti?

    Permasalahan muncul ketika perusahaan belum memiliki sistem KPI ataupun SOP. Bagaimana caranya menilai performa perusahaan jika perusahaan tersebut belum mendokumentasikan secara jelas dan tertulis mengenai harapan dan target dari kinerja tiap jabatan? jika seperti ini kasusnya, anda dapat melakukan survey dan melakukan assessment dari jawaban yang anda terima.

  3. Menentukan Apa Saja yang Menyebabkan Tidak Tercapainya Target Kinerja Perusahaan
    Apakah gap antara kinerja perusahaan saat ini dengan yang ditargetkan dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan? Jika ya, maka tentukanlah:

    A. Training apa saja yang dibutuhkan untuk mengatasi gap kinerja tersebut?
    B. Perlukah training tersebut dibuat khusus untuk perusahaan anda atau cukup dengan yang sudah ada?

    Sementara, jika gap antara kinerja perusahaan saat ini dengan yang ditargetkan tidak dikarenakan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan, maka tahapan training needs analysis selesai sampai sini dan dapat disimpulkan bahwa perusahaan tidak membutuhkan training. Contohnya, penurunan output produksi pabrik ternyata disebabkan oleh salah satu mesin yang seringkali ngadat

    Namun ingat, sebuah permasalahan yang keliahatannya bukan disebabkan oleh human error ternyata setelah diselidiki lebih lanjut disebabkan oleh human error. Misalnya pada contoh mesin ngadat diatas, setelah diselidiki, ternyata operator mesin sebenarnya dapat mendeteksi bahwa mesin akan ngadat seminggu sebelumnya. Namun, karena supervisor yang tidak solutif dia memilih untuk diam dan tidak melaporkannya. Padahal jika dilaporkan, mesin dapat diperbaiki dengan lebih cepat.

Bagi anda yang ingin perusahaannya dilakukan Training Need Analysis oleh konsultan berpengalaman dan menggunakan metode yang telah teruji di banyak industri, silahkan kontak kami untuk mengetahui detail dan harganya.

Subscribe And Follow Us

Be part of the story and follow us on Instagram via @performaconsulting and subscribe to the newsletter for news and updates about our insights